h1

BERIKLAN

March 30, 2008

Beriklan adalah investasi. Itu yang sering dikatakan oleh orang-orang yang berlatar belakang pemasaran dan penjualan. Tapi lain lagi dengan yang dikatakan orang bagian keuangan. Mereka akan mengatakan iklan adalah biaya. Karena dalam pembukuan keuangan ( accounting ) iklan merupakan salah satu dalam pos pengeluaran. Mungkin kita pernah mendengar perdebatan antara orang yang berlatar belakang pemasaran dan keuangan terkait persepsi tentang iklan. Mereka berdebat menyelamatkan tujuan bagiannya masing-masing. Bagian keuangan selalu menginginkan efesiensi setiap aktifitas bisnis yang dilakukan oleh perusahaan. Selain itu orang keuangan akan menuntut bagian pemasaran dan penjualan, jika memang iklan adalah investasi, berarti harus dapat diukur waktu dan kapan pencapaian break even point.  Lain lagi dengan bagian pemasaran dan penjualan yang selalu menginginkan dukungan dana dalam jumlah besar untuk mendukung setiap agresifitas bisnis. Memang idealnya adalah dengan melakukan program iklan, bagian pemasaran dan penjualan harus bisa membuktikan peningkatan omset penjualan yang signifikan dan loyalitas pelanggan. Tapi apakah tujuan beriklan hanya bertujuan menaikan omset penjualan saja ? Nah mungkin alasan dan tujuan beriklan berikut ini bisa dijadikan argumen bagi orang berlatar pemasaran dan penjualan ketika mengajukan budget belanja iklan kepada pengambil keputusan.

  1. Produk kita tidak sendiri di pasar.

Ketika perusahaan kita mengeluarkan produk tentu melakukan riset lapangan terlebih dahulu. Apakah produk kita memang satu-satunya yang tersedia dipasar. Jika memang hanya produk kita yang tersedia dipasar, perusahaan kita tidak perlu beriklan. Konsumen yang butuh produk kita pasti akan membeli, karena konsumen tidak mempunyai pilihan lain. Contohnya adalah ketika kita bepergian naik kereta api, mau tidak mau kita akan menggunakan kereta api milik PT KAI. Karena apa ? hanya PT KAI yang sampai saat ini satu-satunya perusahaan yang menjual jasa trasportasi kereta api. Tetapi bagaimana jika produk kita tidak sendirian dipasar ? Mau tidak mau produk kita harus bersaing dengan produk pesaing, agar dibeli konsumen maka otomatis produk kita harus terlebih dahulu dikenal oleh konsumen. Tak kenal maka tak sayang. Nah inilah gunanya beriklan. Dengan adanya iklan, konsumen akan melakukan perbandingan yang terbaik bahwa dipasar ternyata ada produk lain yang selama ini ada. Tidak menutup kemungkinan pilihan konsumen jatuh kepada produk kita.

    2. Mempermudah proses penjualan.

Dengan mengiklankan produk kita, maka bagian penjualan ( sales force) tidak terlalu repot menjual produk kita. Bagian penjualan tidak perlu repot dan berbusa-busa menerangkan seputar produk kita. Sebagian tugas sales force telah dibantu oleh iklan yang dipasang di media. Disamping itu dengan beriklan, bagian penjualan perusahaan kita akan lebih percaya diri ketika melakukan penawaran produk kita. Jika produk dan perusahaan kita sudah dikenal oleh konsumen lewat iklan, tentunya bagian penjualan akan lebih banyak mempunyai peluang menciptakan closing penjualan. 

     3. Iklan adalah penunjuk arah.

Ketika konsumen membutuhkan suatu produk yang dibutuhkan, tetapi konsumen tersebut bingung kemana dia harus membeli dan merk apa yang harus dibeli, dengan beriklan, produk kita mempunyai peluang lebih besar untuk dipilih. Iklan akan menjadi petunjuk awal konsumen mengenal produk kita sebelum mereka mengambil keputusan untuk membeli produk kita.

     4. Meningkatkan image perusahaan.

Iklan tidak hanya mengkomunikasikan produk kita saja. Tetapi lebih dalam lagi, iklan mempunyai fungsi mengkomunikasikan citra positif perusahaan di mata publik. Konsumen dan masyarakat tentunya ingin tahu lebih dalam lagi tentang kondisi perusahaan yang memproduksi produk yang diiklankan. Jadi iklan tidak hanya berbicara produk dalam arti khusus, tetapi juga perusahaan kita.

     5. Menghindari prasangka buruk.

Ketika produk kita bertempur dipasar, tidak menutup kemungkinan produk kita ”diserang” dan menjadi target black campaign dari pesaing. Selain itu keterbatasan informasi konsumen tentang produk kita, konsumen bisa mempunyai persepsi yang salah dengan produk kita. Dengan beriklan berarti kita berani menantang bahkan memukul balik black campaign yang ditebarkan oleh pesaing. Selain itu dengan beriklan berarti kita sedang melakukan proses klarifikasi, komunikasi dan diskusi dengan konsumen. Informasi yang salah tentang produk kita dapat diluruskan dan informasi yang benar dapat disampaikan dengan efektif.

    6. Krisis ekonomi.

Ketika krisis ekonomi menerjang suatu negara, maka perusahaan dan konsumen juga akan kena dampaknya. Pemotongan budget iklan pada masa krisis bisa menjadi langkah mundur strategi bersaing perusahaan kita. Justru pada saat krisis ekonomi terjadi, ketika pesaing mengurangi bugdet iklannya, seharusnya perusahaan kita harus lebih berani memunculkan produk kita. Karena justru pada saat krisis inilah, perusahaan kita harus mampu menjaga ingatan produk kita dimata konsumen. Jika kondisi keuangan konsumen kita sudah membaik dan mempunyai daya beli kembali, maka tidak menutup kemungkinan produk kita yang akan pertama dilirik konsumen.  

     7. Meningkatkan loyalitas konsumen.

Banyak konsumen yang mempunyai kecenderungan membeli produk setelah dia mengetahui dari iklan. Timbul perasaan bangga di diri konsumen ketika membeli produk yang diiklankan. Hal ini disebabkan terkadang konsumen tidak butuh dengan produk kita, tetapi konsumen lebih butuh gengsi yang menempel pada produk kita. Konsumen kita tentunya tidak mau dikatakan menggunakan produk/jasa yang tidak dikenal bukan ?  

 

     8. Persaingan produk terjadi di otak konsumen, bukan dipasar.

Dalam proses pembelian barang dan jasa, sebenarnya terjadi kecamuk berbagai hal dipikiran konsumen. Mulai dari merek produk apa yang harus digunakan ? Berapa harganya ? Bagaimana gengsinya ? bagaimana kualitasnya ? dan sederet pertanyaan lainnya . Ketika kita mengiklankan produk kita berarti kita sedang memberikan referensi dibenak pemikiran konsumen tentang kualitas produk yang kita jual.

     9. Produk kita yang terbaik.

Jika produk kita jelek, jangan sekali-kali beriklan. Setelah konsumen tertarik dengan produk kita kemudian membelinya, maka tiba saatnya konsumen membuktikan kualitas produk kita. Jika produk kita jelek dan kita beriklan bagus maka yang ada adalah penyesalan yang akan membuat produk kita dibenci konsumen. Produk kita harus bisa menjawab harapan dan keinginan konsumen.

Hal terpenting dan perlu dingat bahwa iklan tidak bertujuan untuk menipu tapi mendidik agar konsumen mengerti dan menggunakan produk kita. Dengan begitu konsumen akan memberikan penilaian kualitas produk kita dan bersedia menjadi media iklan bagi konsumen lainnya. Nah apakah kita masih menganggap iklan sebagai biaya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: